I. Pengertian sholat sunnah rawatib
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
Shalat sunat rawatib
adalah shalat sunnat yang mengikuti atau mengiringi shalat fardhu lima
waktu dan merupakan shalat sunnat yang senantiasa dikerjakan oleh
Rosulullah SAW baik sebelum shalat fardhu maupun sesudah shalat fardhu.
shalat sunat rawatib itu
sendiri jika dilihat dari segi waktu mengerjakannya, maka dapat di bagi
menjadi dua yaitu shalat sunnat rawatib Qobliyah dan sholat sunnat
rawatib Ba’diyah. Dan jika dilihat dari segi hukumnya, maka shalat
sunnat rawatib dapat dibagi menjadi dua yaitu sunnat rawatib mu’akkad
dan rawatib ghoiru mu’akkad.
II. Macam macam shalat sunnat rawatib
- Shalat sunnat rawatib mu’akkad
Shalat sunnat rawatib
muakkad adalah shalat sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Berikut ini adalah yang termasuk dalam shalat sunnat rawatib mu’akkad :
- Dua rakaat sebelum shalat Zhuhur
- Dua rakaat sesudah shalat Zhuhur
- Dua rakaat sesudah shalat Maghrib
- Dua rakaat sesudah shalat isya’
- Dua rakaat sebelum shalat shubuh
- Dua rakaat sesudah shalat Jum’at
Hal ini sebagaimana yang
telah diterangkan oleh Rasulullah SAW di dalam sabdanya yang telah di
riwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umam ra. Yaitu :
“ Saya menghafalkan
10 rakaat ( shalat sunnat ) dari Nabi SAW yaitu dua rakaat qobliyah
(sebelum) Zhuhur, dua rakaat ba’diyah (sesudah) Zhuhur, dua rakaat
ba’diyah (sesudah) maghrib di rumahnya, dua rakaat ba’diyah (sesudah)
isya’ di rumahnya, dan dua rakaat sebelum shalat subuh “ ( HR Imam
Bukhari dan Muslim dan riwayat lain dari dua rawi tersebut yaitu
disebutkn “ Dan dua rakaat ba’diyah jumat di rumahnya”. )
Berdasarkan sabda
Rasulullah tersebut maka jelaslh bahwa shalat sunnat rawatib paling
utama itu adalah di kerjakan di dalam rumah. Sebagaimana yang telah di
jelaskan oleh Rasulullah SAW di dalam sabdanya yang artinya :
“Shalatlah kamu di
rumahmu , sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalat seseorang
yang dikerjakan di rumahnya kecuali shalat fardhu “.
Secara umum shalat
sunnat rawatib memiliki banyak keistimewaan atau keutamaan dan manfaat
yang sangat besar sekali. Yaitu sebagaimana yang telah diterangkan dalam
sabda rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu majjah yang
artinya sebagai berikut :
“ Sesungguhnya
perkara yang pertama kali yang akan diperhitunhkan adalah dari seorang
hamba muslim pada hari kiamat (nanti) adalah shalat fardhunya. Jika ia
melakukannya dengan sempurna maka sempurnalah semu amal perbuatannya.
Tetapi jika tidak, dikatakan (kepada para malaikat) “Perhatikanlah
apakah ia mengerjakan dari salah satu shalat sunnat (rawatibnya). Jika
ia mengerjakan shalat sunnat (rawatibnya) shalat fardhunya menjadi
sempurnakarena shalat sunnat (rawatibnya). Kemudian seluruh amal
fardhunya diperlakukan seperti itu pula”.
Dan untuk lebih jelasnya
lagi mengenai shalat sunnat Rawatib yang termasuk dalam sunnat muakkad,
maka disini akan kami uraikan secara sngkat satu per satu.
Berdasarkan kesepakatan para Ahli Fiqih ( ittifaq Fuqoha' ), letak niat ada di dalam hati ( wajibnya ). Dan menurut Jumhur Fuqoha' (
mayoritas Ahli Fiqih ) kecuali Maliki, bahwa " pengucapan" niat dengan
lisan hukumnya sunnah, hal ini karena membantu hati dalam merealisasikan
niat tersebut. Agar pengucapan dan pelafalan itu membantu " daya
ingat", sedangkan Maliki tidak memandangnya sunnah karena tidak manqul
dari Nabi saw. (Sumber : mudarosahkajianfiqih.blogspot.com)
- Shalat sunnat Qobliyah subuh
Shalat
sunnat qobliyah subuh itu memiliki keistimewaan dan keutamaan yang
sangat besar sekali , yaitu bagi orang yang mau mengerjakannya akan
mendapatkan pahala yang sangat besar sekali. Dimana kebesaran itu lebih
baik dari bumi dan seluruh isinya. Sebagaimana yang telah di tegaskan
oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya.
Shalat sunnat rawatib
Qobliyah subuh ini dikerjakan dengan dua rakaat sebelum melakukan shalat
subuh ( setelah masuk waktu shalat subuh ). Dan mengenai cara
mengeerjakannya, itu sama saja dengan mengerjakan shalat fardhu ataupun
shalat shalat lainnya baik gerakannya maupun bacaanya. Hanya saja
niatnya saja yang berbeda. Adapun surat yang dibaca pada rakaatnya tidak
ditentukan secara resmi, akan tetapi lebih baik juka membaca surat
alkaafirun pada rakaat pertama dan sutar al ikhlas pada rakaat
ke-duanya. Adapun lafadz niat shalat sunnat rawatib qobliyah subuh yaitu :
USHALLII SUNNATASH SHUBHI RAK'ATAINI QABLIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya:"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
- Shalat sunnat Qobliyah Zhuhur
Sama halnya dengan
shalat sunnat Qobliyah subuh, shalat sunnat qobliyah zhuhur pun meiliki
banyak keistimewaan dan keutamaan. Diantaranya yaitu :
- Bagi yang mau
melaksanakan shalat sunnat qobliyah zhuhur sebanyak empat rakaat dan di
ikuti empat rakaat sesudahnya, maka ia akan di jauhkan oleh Allah SWT
oleh siksa api neraka. Sebagaimana yang telah di terangkan oleh
Rasulullah SAW di dalm sabdanya.
- Dapat menjadikan
amal sholeh yang akan segera naik ke langit. Karena pada waktu itu yaitu
waktu dimana matahari mulai tergelincir pintu pintu langit di buka.
Sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya
yang artinya :
“ bahwa Rasulullah SAW
biasa mengerjakan shalat 4 rakaat setelah matahari tergelincir sebelum
shalat zhuhur dan beliau bersabda : sesungguhnya inilah saatnya, pintu
pintu langit dibuka, maka dari itu aku ingin agar yang naik dari diriku
pada saat ini adalah amal yang shalih “ ( HR imam Tarmidzi dai Abdullah
bin Saib ra )
- Bagi seseorang yang
senantiasa mengerjakan shalat sunnat qobliyah zhuhur empat rakaat maka
ia akan mendapat pahala seperti pahala mengerjakan shalat sunnat
tahajjud. Adapun lafadz niat shalat sunnat qobliyah zhuhur sebagai berikut :

USHALLII SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAINl QABLIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA, Artinya:Aku (niat) shalat sunat qabliyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
- Shalat sunnat ba’diyah zhuhur
Shalat sunnat ba’diyah
zhuhur memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan seperti halnya
mengerjakan shalat sunnat qobliyah zhuhur. Yaitu seseorang yang
senantiasa mengerjakan empat rakaat shalat sunnat ba’diyah zhuhur maka
ia akan dijauhkan oleh Allah SWT dari siksa api neraka. Sebagaimana yang
dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya :
“ Barang siapa yang
menetapi dengan baik shalat 4 rakaat sebelum zhuhur dan 4 rakaat
sesudahnya maka Allah mengharankannya dari api neraka “ ( HR Imam
tarmidzi, Abu awud, Ibnu Majjah, dan Imam Nasa’i bersumber dari Ummu
Habibah )
Shalat sunnat Ba’diyah
Zhuhur ini dikerjakan dengan dua rakaat atau empat rakaat setelah
mengerjakan shalat zhuhur. Namun bagi yang mengerjakan shalat jum’at ,
maka shalat ba’diyah zhuhurnya diganti dengan shalat ba’diyah jum’at. Adapun niat shalat sunnat ba’diyah zuhur yaitu sebagai berikut :

USHALLII SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAINl BA'DIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya: ' '"Aku (niat) shalat sunat ba'diyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
- Shalat sunnat Ba’diyah Maghrib
Shalat sunnat ba’diyah
maghrib dikerjakan setelah memasuki waktu shalat maghrib setelah shalat
maghrib. Shalat sunnat ba’diyah maghrib dikerjakan sebanyak dua rakaat
dan ang lebih utama dikerjakan di rumah. Sebagaimana yang telah
diterangkan dalam hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
dan Muslim bersumber dari Ibnu Umar ra katanya :
“ Saya menghafalkan 10
rakaat ( shalat sunnat ) dari Nabi SAW yaitu dua rakaat qobliyah
(sebelum) Zhuhur, dua rakaat ba’diyah (sesudah) Zhuhur, dua rakaat
ba’diyah (sesudah) maghrib di rumahnya, dua rakaat ba’diyah (sesudah)
isya’ di rumahnya, dan dua rakaat sebelum shalat subuh “ ( HR Imam
Bukhari dan Muslim dan riwayat lain dari dua rawi tersebut yaitu
disebutkn “ Dan dua rakaat ba’diyah jumat di rumahnya”. )
Adapun lafadz niat shalat sunnat ba’diyah maghrib adalah sebagai berikut :

USHALLII SUNNATAL MAGHRIBI RAK'ATAIN BA'DIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya:"Aku (niat) shalat sunat ba'diyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
- Shalat sunnat ba’diyah ‘Isya
Shalat sunnat ba’diyah
‘Isya dilaksanakan setelah mengerjakan sholat fardhu ‘isya sebanyak dua
rakaat atau empat rakaat. Dimana mengerjakan shalat badiah isya itu
mempunyai keistimewaan dan keutamaan yang sangat besar. Yaitu bagi orang
orang yang senantiasa mengerjakannya akan mendapat pahala seperti
pahalanya orang yang mengerjakan shalat tahajjud pada malam lailatul
qodar.
Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya :
“ Barang siapa yang
mengerjakan shalat 4 rakaat sebelum shlat ahuhur , dia seperti
mengerjakan shalat tahajjud pada malam hari, dan barang siapa yang
mengerjakan shalat 4 rakaat sesudah shalat isya dia seperti mengerjakan
shalat tahajjud pada malam lailatul qodar.” (HR Imam Sa’id bin Mansur,
dan Al Barra’ bin Azib ra )
Adapun lafadz niat shalat sunnat ba’diah isya itu adalah sebagai berikut :

USHALLII SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI BA'DIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya:"Aku (mat) shalat sunat ba'diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
- Shalat sunnat ba’diyah jum’at
Shalat sunnat ba’diah
jumat dikerjakan setelah mengerjkan shalat jumat. Shalat ba’diyah jumat
ini paling utama dikerjakan di rumah sebanyak dua rakaat atau empat
rakaat. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam sabda Nabi SAW yang
artinya sebagai beikut :
“ Bahwa Nabi SAW biasa mengerjakan dua rakaat sesudah shalat jumat di rumahnya. “ (HR Jama’ah)
Adapun lafadz niat shalat sunnat jum’at sebagai berikut :
USHALLII SUNNATAL JUM'ATI RAK'ATAINI BA'DIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA.Artinya:"Aku (mat) shalat sunat ba'diyyah Jumat 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
- SHALAT SUNNAT RAWATIB GHOIRU MU’AKKAD
Shalat sunnat rawatib
ghoiru mu’akkad adalah shalat sunnat yang tidk begitu diutmkan atau
tidak dianjurkan untuk dikerjakan. Memang shalat sunnat Rawatib Ghoiru
Muakkad ini mempunyai keistimewaan dan keutamaan yang besar sebagaimana
yang sunnat muakkad , namun tidak sebesar atau seutama yang sunnat
muakkad.
Adapun yang termasuk dalam bagian shalat sunnat rawatib ghoiru muakkad adalah :
- Empat rakaat sebelum shalat ashar
- Dua rakaat sebelum shalat maghrib dan
- Empat atau enam rakaat sebelum shalat isya
Dan untuk lebih jelasnya lagi maka baiklah akan kami uraikan satu persatu sebagaimana berikut :
- Shalat sunnat qobliah ashar
Shalat sunnat qobliah
ashar dilakukan setelah masuk waktu shalat ashar sebelum mengerjakan
shalat ashar sebanyak dua rakaat atau empat rakaat. Sebagaimana yang
telah diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dari sahabat Ali ra yang artinya :
“ Bahwa Nabi SAW biasa mengerjakan shalat sebelum melaksanakan shalat Ashar 2 rakaat “
Di dalam shalat sunnat qabliah Ashar memiliki beberapa keistimewaan dan keutamaan , diantaranya yaitu :
- Bagi eseorang yang
selalu mengerjakannya sebanyak 4 rakaat, maka ai akan diselamatkan dari
siksa api neraka. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya :
“ barang siapa yang mengerjakan shalat 4 rakaat sebelum mengerjakan shalat Ashar, Allah haramkan tubuhnya dari api neraka. “
- Akan mendapatkan
rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT orang yang selalu mengerjakan
empat rakaat qabliah ashar. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam
hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Admad, Abu Dawud dan Imam
Tarmidzi dari sahabat Ibnu Umar ra yang artinya :
“ Semoga Allah SWT memberi rahmat kepada orang yang mengerjakan shalat empat rakaat sebelum shalat Ashar “
Adapun lafazh niat shalat sunnat qabliah Ashar adalah sebagai berikut :

USHALLI SUNNATAL 'ASHRI RAK'AINI QABLIYYATAN LILLAAHITA'AALAA.
Artinya:
" Aku (niat) shalat sunat qabliah ashar 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
- Shalat sunnat qabliah maghrib
Shalat sunnat qabliah
maghrib dikerjakan setelah masuk waktu shalat maghrib sebelum
mengerjakan shalat maghrib , sebanyak dua rakaat. Sebagaimana yang telah
dijelaskan di dalam sabda Nabi SAW yang artinya :
“ Shalatlah kalian dua
rakaat sebelum mengerjakan shalat maghrib , Shalatlah kalian dua rakaat
sebelum mengerjakan shalat maghrib , Shalatlah kalian dua rakaat sebelum
mengerjakan shalat maghrib , bagi siapa saja yang mau “, (tetapi beiau
tidak mengerjakannya) karena khawatir dijadikan sebagai kebiasaan oleh
manusia”. ( HR Imam Bukhari dan Abu Dawud, bersumber dari Abdullah Al
Muzani ra )
Adapun lafazh niat shalat sunnat qabliah Maghrib itu adalah :
USHALLII SUNNATAL MAGHRIBI RAK'ATAINl QAB-LIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya: " .'
"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'alar
- Shalat sunnat qabliah isya
Shalat sunnat qabliah
isya dikerjakan sebelummengerjakan shalat isya sebanyak empat rakaat
atau enam rakaat. Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam hadits
Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud yang
bersumber dari Sayyidah Aisyah ra. Katanya : “ Rasulullah SAW sama
sekali tidak pernah mengerjakan shalat qabliah isya, melainkan beliau
masuk rumahnya terlebih dahulu untuk mengerjakan shalat empat rakaat
atau enam rakaat sebelumnya” . Adapun lafazh niat shalat sunnat qabliah
isya itu adalah sebagai berikut :

USHALLII SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI QABLIYYATAN LILLAAHITA'AALAA.
Artinya:
"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala
III. Doa sesudah shalat sunnat rawatib
Setiap selesai
mengerjakan shalat , baik shalat fardhu maupun shalat sunnat hendaknya
kita memperbanyak berzikirdan berdoa kepada Allah SWT. Kaerena waktu
sesudah shalat adalah salah satu dari waktu waktu yang mustajab untuk
berdoa memohon kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangga , dunia dan
akhirat sebagaimana berikut :